Penodaan Terhadap Al-Qur’an Merupakan Tahap Baru Perang Melawan Islam

17 Okt

Penodaan Terhadap Al-Qur’an Merupakan Tahap Baru Perang Melawan Islam

Seorang penulis Perancis terkemuka, salah seorang kritikus yang paling terkenal di dunia Zionisme, menekankan bahwa Amerika Serikat dan Barat berniat untuk mengambil konsekuensi dari penodaan terhadap Al-Qur’an untuk menghasut perang baru melawan Islam.

Thierry Meyssan percaya bahwa “kepemimpinan dari kekuatan Barat tidak takut terhadap “Islam”, karena Barat memerlukan perang seperti manusia memerlukan udara untuk bernafas.

Berbicara mengenai aksi pembakaran Al-Qur’an dan pasukan asing terlibat di dalamnya, ia mengatakan : “Statemen Presiden Barack Obama tentang peningkatan hubungan dengan dunia Islam sebenarnya hanyalah skenario yang direncanakan dalam rangka menciptakan kesempatan untuk memperkuat Islamophobia di Barat.”

Meyssan menambahkan “Skenario anti-Islam di Barat melibatkan perang psikologis, sejak beberapa hari sebelum pembakaran Qur’an, Kanselir Jerman Angel Merkel menghadiahkan kartunis yang menghina Nabi Muhammad (SAW).”

Artinya, pada dasarnya tindakan penodaan Al-Qur’an dan pemberian hadiah untuk kartunis penghina Nabi bukanlah kebetulan belaka.

Sementara itu, komite ahli AS tentang keamanan nasional mengajukan banding ke administrasi Obama untuk menarik kembali pernyataan bahwa “Islam tidak terkait dengan terorisme”.

Menurut para ahli dari komisi ini, Islam merugikan AS, tulis The Washington Times.

Komisi dipimpin oleh pensiunan Angkatan Darat Letnan Jenderal William Boykin termasuk 19 mantan karyawan dari struktur kekuasaan AS.

Pusat Kebijakan Keamanan di bawah arahan Frank Gaffney mengatakan bahwa kebijakan Obama didasarkan pada asumsi yang salah. Gedung Putih berusaha tidak mengacu pada Al-Qaeda dan kelompok-kelompok serupa untuk menghindari perasaan Muslim. Dalam pandangannya, Obama berupaya menjangkau asosiasi-asosiasi Muslim dan mempromosikan bahwa hukum Islam “bukan politik yang benar, itu hanyalah ketertundukan”.

Syariah dalam laporan tersebut dikatakan sebagai “doktrin sosial-politik totaliter”, tidak sesuai dengan Konstitusi AS walaupun memiliki unsur-unsur rohani namun pada faktanya merupakan panduan komprehensif dalam bidang ekonomi, sosial, militer, hukum dan politik.

Para ahli menyeru untuk melakukan segala hal yang mungkin dilakukan untuk mendukung Islam moderat dan reformis dan memerangi orang-orang yang mendukung dominasi dunia Islam dan mereka merekomendasikan untuk bertindak sesuai dengan skenario yang sama yang digunakan untuk memerangi ideologi komunis selama Perang Dingin. (haninmazaya/arrahmah.com)

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: