Mengenal Al-Fuqaha’ As-Sab’ah (3), Abu Bakr bin ‘Abdirrahman bin Al-Harits

24 Agu

Mengenal Al-Fuqaha’ As-Sab’ah (3), Abu Bakr bin ‘Abdirrahman bin Al-Harits

Abu Bakr bin ‘Abdirrahman bin Al-Harits
Pemuda Ahli Ibadah

Para muhadditsin sepakat bahwa enam dari Al-Fuqaha’ As-Sab’ah itu adalah Sa’id, ‘Urwah, Al-Qasim, Sulaiman, ‘Ubaidullah, dan Kharijah sebagaimana yang telah lewat penyebutannya.

Kemudian mereka berbeda pendapat, siapakah yang ketujuh. Ada yang mengatakan dia adalah Abu Bakr bin ‘Abdirrahman, ada yang berpendapat dia adalah Salim bin ‘Abdillah bin ‘Umar, dan ada pula yang berpendapat dia adalah Abu Salamah bin ‘Abdirrahman bin ‘Auf rahimahumullahu jami’an.

Terlepas dari perbedaan pendapat yang ada, kami akan menyebutkan pada edisi kali ini biografi singkat Abu Bakr bin ‘Abdirrahman, untuk menyesuaikan dengan penyebutan jajaran Al-Fuqaha’ As-Sab’ah dalam bait syair yang telah lewat. Dan Insya Allah kami juga akan menampilkan biografi Salim bin ‘Abdillah bin ‘Umar dan Abu Salamah bin ‘Abdirrahman bin ‘Auf pada edisi yang lain.

Kunyah dan Nama Lengkap Beliau
Beliau bernama Abu Bakr bin ‘Abdirrahman bin Al-Harits bin Hisyam bin Al-Mughirah bin ‘Abdillah bin ‘Umar bin Makhzum Al-Qurasyi Al-Madani. Ada yang mengatakan bahwa nama beliau adalah Muhammad, ada pula yang mengatakan namanya adalah Al-Mughirah. Dan ada yang mengatakan juga bahwa nama beliau adalah Abu Bakr dan kunyahnya adalah Abu ‘Abdirrahman. Namun pendapat yang benar adalah kunyah beliau sama dengan namanya, yaitu Abu Bakr. Wallahu A’lam.

Beliau, dilahirkan pada masa khalifah Al-Faruq ‘Umar bin Al-Khaththab radhiyalahu ‘anhu. Beliau termasuk dalam jajaran fuqaha’ yang menempati thabaqah ketiga. Di samping sebagai seorang tokoh tabi’in yang mulia, beliau juga termasuk dari jajaran pembesar kaumnya yaitu Bani Makhzum.

Ayah beliau yaitu ‘Abdurrahman bin Al-Harits termasuk tokoh besar tabi’in dan dimuliakan di tengah-tengah kaumnya, memiliki pandangan-pandangan dan pemikiran yang tajam serta banyak memiliki keutamaan.

Ayah beliau dilahirkan ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masih hidup, namun tidak diketahui apakah beliau termasuk shahabat atau bukan.

Beliau dikaruniai oleh Allah ‘azza wajalla putra yang banyak. Di antara putra-putra beliau adalah ‘Abdullah, Salamah, ‘Abdul Malik, ‘Umar, dan lainnya. Beliau juga banyak memiliki saudara kandung di antaranya adalah ‘Abdullah, ‘Abdul Malik, ‘Ikrimah, Muhammad, Mughirah, Yahya, ‘Aisyah, Ummu Al-Harits -dan dia adalah seorang wanita yang buta-, dan yang lainnya.

Keilmuan, Ibadah, dan Akhlak Beliau
Beliau meriwayatkan hadits dari ayahnya sendiri yaitu ‘Abdurrahman bin Al-Harits, ‘Ammar bin Yasir, Abu Hurairah, Asma’ bintu Abi Bakr, ‘Aisyah, Ummu Salamah, Abu Mas’ud Al-Anshari, Naufal bin Mu’awiyah, Marwan bin Al-Hakam, ‘Abdurrahman bin Muthi’, Abu Rafi’ An-Nabawi, Asma’ bintu ‘Umais, dan lain-lain.

Sedangkan para ulama yang meriwayatkan hadits dari beliau adalah putra beliau sendiri yaitu ‘Abdullah dan ‘Abdul Malik, Mujahid bin Jabr Al-Makki, ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz, ‘Amir bin Syurahbil Asy-Sya’bi, ‘Irak bin Malik, ‘Amr bin Dinar, Ibnu Syihab Az-Zuhri, ‘Abdu Rabbih bin Sa’id, ‘Ikrimah bin Khalid, ‘Ibrahim bin Muhajir, ‘Abdullah bin Ka’b Al-Himyari, ‘Abdul Wahid bin Aiman, Al-Qasim bin Muhammad bin ‘Abdirrahman, dan yang lainnya.

Beliau diberi julukan dengan ‘Rahib Quraisy’ yang artinya adalah seorang ahli ibadah dari Quraisy disebabkan banyaknya shalat-shalat sunnah yang beliau lakukan.

Beliau adalah orang yang menjaga kehormatan dirinya untuk tidak meminta-minta kepada orang lain. Tokoh tabi’in yang terpercaya dan selalu menjaga amanah ini sangat rajin mengamalkan puasa-puasa sunnah.

Pujian Para Ulama kepada Beliau
Abu Dawud berkata: “Beliau adalah seorang yang menjaga kehormatan dirinya dari meminta-minta dan adalah beliau tatkala bersujud dalam shalatnya, beliau letakkan tangannya ke dalam suatu tempat air (baskom) disebabkan oleh penyakit yang dideritanya.”

Adz-Dzahabi berkata: “Abu Bakr bin ‘Abdirrahman adalah termasuk dari orang-orang yang bisa mengumpulkan pada dirinya ilmu, amal, dan kemuliaan. Dan beliau mampu mewarisi kedudukan ayahnya dalam hal kemuliaan.”

Az-Zubair bin Bakkar berkata: “Beliau adalah salah seorang dari tujuh fuqaha’ kota Madinah, beliau diberi gelar dengan ‘Ar-Rahib’ (orang yang banyak beribadah) dan beliau termasuk dari kalangan para pembesar Quraisy.”

Ibnu Khirasy berkata: “Beliau adalah termasuk salah satu dari ulama kaum muslimin. Beliau dan saudara-saudara kandungnya merupakan permisalan tentang orang-orang yang memiliki keutamaan.”

Ahmad bin ‘Abdillah Al-’Ijli berkata: “Beliau adalah seorang tabi’in yang terpercaya.”

Al-Waqidi berkata: “Beliau adalah seorang yang terpercaya, faqih, seorang yang ‘alim, dermawan, dan banyak haditsnya.”

Wafat Beliau
Beliau wafat pada tahun 94 Hijriyah. Suatu tahun yang dikenal dengan nama tahun Fuqaha disebabkan banyaknya para fuqaha’ yang meninggal pada tahun tersebut.

Rujukan:

1. Siyar A’lamin Nubala’

2. Al-Bidayah Wan Nihayah

3. Tahdzibut Tahdzib

ditulis oleh Al-Ustadz Muhammad Rifqi

Satu Tanggapan to “Mengenal Al-Fuqaha’ As-Sab’ah (3), Abu Bakr bin ‘Abdirrahman bin Al-Harits”

  1. ppalhidayat 24 Agustus 2010 pada 4:57 PM #

    Artikel bagus, salam kenal. met bekunjung balek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: