MANISNYA IMAN V

18 Okt

Manisnya Iman V

Betapa indahnya sebuah kehidupan yang berhias keimanan, dan senantiasa berbaju keridho’an dari Tuhannya. Sebuah kehidupan yang senantaiasa bertaburan nilai-nilai emas, serta puji Tuhan yang senantiasa meronai wajahnya, perlindunganNya yang selalu menyertainya. Sebuah kehidupan yang ROBBANI, yang senantiasa terdidik diatas nilai-nilai ILAHIYYAH, yang bertaburan ma’na ilmu dan amal.

Kendali yang kokoh

Iman adalah merupakan satu-satunya kendali yang disediakan oleh Allah Ta’ala untuk menjadi keseimbangan bagi kehidupan manusia, dalam bersifat, dalam bertingkah laku, dalam melangkah, dalam berkehendak, dalam bermuamalah[1], dalam bermu’asyaroh[2], dalam berkasab (bekerja), untuk mencapai kesempurnaan dan hasil yang maksimal, selama seseorang tetap berpegang teguh kepadanya.

Iman seberapapun nilainya yang bercokol didalam hati seseorang manusia, pasti akan menjadi pembeda dengan   orang lainnya yang tidak ada padanya iman, dalam beberapa hal:

  • Ketika iman itu besar, maka ia akan menjadikan pemiliknya dekat dengan Allah Subhanahu Wata’ala. Dan akan mampu menjalani kehidupannya diatas nilai-nilai kebenaran dan bebas dari kesalahan, sehingga dia kelak akan menuai keridho’an dan ampunan dari Tuhannya dan akan langsung masuk kedalam surgaNya.
  • Ketika iman itu pertengahan, mungkin akan membawa pemiliknya, menjadi orang yang terkadang naik imannya dan terkadang turun, tergantung kepada besar kecilnya kebaikan atau keburukan yang dilakukannya. Dan pada akhirnya siapa yang paling kuat dari keduanya, dialah yang akan menjadi ketentuan bagi pemiliknya.
  • Ketika iman itu kecil nilainya pada diri seseorang, maka akan membawa kepada pemiliknya suatu ketika taat kepada Allah Subhanahu Wata’ala, namun kecil nilainya, suatu ketika pemiliknya menjadi orang yang durhaka, bahkan hingga menjadi orang yang paling jahat. Yang pasti sesuatu yang menjadi pembeda antara dia dengan penjahat lain yang tidak beriman (kafir), adalah keimanannya yang masih ada didalam hatinya, dimana dia masih ada ikatan dengan Allah Subhanahu Wata’ala.

Sudah menjadi keputusan dari nas Al-Qur’an maupun As-Sunnah, bahwa seseorang yang masih ada didalam hatinya iman meskipun nilainya lebih kecil dari debu yang terbang di udara, ketika ia difonis masuk neraka, namun dia masih memilki harapan dimana dia akan dikeluarkan dari  neraka, inilah suatu hal yang menjadi pembeda antara orang yang beriman dengan orang kafir.

Adapun orang kafir, seberapapun kekafirannya, mereka telah difonis oleh  Allah Subhanahu Wata’ala, untuk menjadi penghuni neraka selama-lamanya.

Wahai saudaraku!! Mari kita jaga diri kita masing-masing dari kekafiran, karena kekafiran itu adalah permusuhan dengan Allah. Padahal apapun usaha manusia untuk menentang Allah Subhanahu Wata’ala, pasti hanya Dia jualah Tuhannya. Itulah kebenaran kaliamat LAA ILAAHA ILLALLOOH (tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah).

ADA TIGA TANDA-TANDA KEBAHAGIAAN

Allah berfirman didalam surat: (Al-Baqoroh: 218)[3]

إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَةَ اللَّهِ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

218.  Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Inilah tiga macam amal yang akan menjadi tanda-tanda dan penyebab kebahagian dan menjadi QUTHBU RUHAL UBUDIYYAH (puncak penghambaan).

  • Iman.
  • Hijrah.
  • Jihad fii sabilillah.

Dan dengannya (ya’ni tiga perkara ini), bisa diketahui apa yang ada pada diri manusia, apakah keuntungan atau kerugian.

Iman

Adapun keimanan, maka tidak perlu dipertanyakan tentang keutamaannya. Bagaimana sesuatu yang menjadi pemisah antara kelompok yang berbahagia dengan kelompok yang celaka, yang menjadi pemisah antara calon ahli surga dan calon ahli neraka masih dipertanyakan??

Dimana ketika keimanan itu ada bersama seorang hamba, menjadi penyebab diterimanya suatu amal kebaikan, dan dengan tidak adanya, menjadi tidak diterima suatu amal perbuatan seberapapun keberadaannya.

Hijrah

Adapun hijrah adalah meninggalkan sesuatu yang dicintainya karena mencari ridho Allah Ta’ala. Maka seorang yang berhijrah dia mungkin meninggalkan tanah airnya, hartanya, keluarganya dan kekasihnya semata-mata karena pendekatan diri kepada Allah dan dalam rangka membela agamaNya.

Jihad

Adapun jihad adalah mengerahkan tenaga untuk menghadapi musuh-musuh, dan berjalan denga sempurna dalam rangka membela agama Allah dan dalam rangka mematikan agama syaithon.

Jihad adalah merupakan puncak daripada amal-amal sholih dan akan mendapatkan balasan yang terbesar. Dan ia adalah merupakan penyebab terbesar untuk memperluas daerah Islam, dan menjadi penyebab kehinaan bagi para penyembah berhala, dan penyebab keamanan bagi kaum muslimin pada diri mereka, harta mereka dan anak-anak mereka.

Maka barangsiapa yang mampu menegakkan ketiga amal ini, dan mampu menjalaninya diatas segala rintangan dan kesulitan yang menghadangnya, maka sungguh ia akan lebih mampu menjalani amal-amal ibadah yang lainnya dan lebih sempurna.

Maka sesungguhnya merekalah orang-orang yang paling tepat mengharapkan ridho Tuhannya, karena mereka telah menjalani sebab-sebab yang mengharuskan mereka untuk mendapatkan kerohmatan dari Allah.

Dan dari sini menunjukkan bahwasanya harapan akan mendapat rahmat Allah itu tidak akan terjadi kecuali setelah menjalani sebab-sebab kebahagian itu.

Adapun harapan yang bersamaan dengan kemalasan, dan tidak adanya usaha menegakkan penyebab kebahagiaan diatas, maka hal ini adalah merupakan kelemahan, dan sekedar impian dan tipuan.

Dan merupakan pertanda lemahnya cita-cita, dan merupakan lemahnya akal. Seperti layaknya seseorang yang mengharapkan mempunyai seorang anak tanpa menikah. Dan seperti seseorang yang mengharapkan penghasilan tanpa menanam. Walloohu A’lam.


[1] – hubungan kemasyarakatan

[2] – dalam pergaulan baik dengan keluarga, dan handai tolan.

[3] – lihat Tafsir As-Sa’di pada surat Al-Baqoroh ayat: 218

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: