TUNTUNAN THOHAROH

14 Okt

TUNTUNAN THAHARAH  (BER WUDHU )

Wudhu adalah thaharah yang wajib dari hadats kecil, seperti buang air kecil, buang air besar, keluar angin (kentut), tidur nyenyak dan makan daging onta.

Tata Cara Berwudhu

  • Niat wudhu di dalam hati, tanpa diucapkan, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah melisankan niat dalam berwudhu, shalat dan ibadah apapun. Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati tanpa pemberitaan kita.
  • Membaca “Bismillah”.
  • Membasuh kedua telapak tangan (3x).
  • Berkumur serta menghirup air ke dalam hidung (3x).
  • Membasuh seluruh muka (sampai batasan muka dengan telinga) dari tempat pertumbuhan rambut kepala sampai jenggot bagian bawah. (3x).
  • Membasuh kedua tangan, dari ujung jari sampai sikut, diawali dengan tangan kanan, kemudian tangan kiri (3x).
  • Mengusap kepala, yaitu dengan membasahi tangan kemudian menjalankannya dari kepala bagian depan sampai bagian belakang, kemudian mengembalikannya (1x).
  • Mengusap kedua telinga dengan memasukkan jari telunjuk ke dalam lubang telinga dan mengusap bagian luar (belakang) dengan ibu jari (1x)
  • Membasuh kedua kaki, yaitu dari ujung jari sampai mata kaki, diawali dengan kaki kanan, kemudian kaki kiri.

Dalil pendukung dari As-Sunnah

Membaca “BISMILLAH”

رَوَى الإِمَامُ أَحْمَدُ  عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ

Imam Ahmad –rahimahullah- meriwayatkan dari Abi Sa’id Al-Khudri dari bapaknya dari kakeknya ia berkata: Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: “Tidak sah berwudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah padanya”

CARA BERWUDHU

رَوَى الإِمَامُ البُخَارِى

عَنْ حُمْرَانَ : رَأَيْتُ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ تَوَضَّأَ فَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ ثَلَاثًا ثُمَّ تَمَضْمَضَ وَاسْتَنْثَرَ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْمَرْفِقِ ثَلَاثًا ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُسْرَى إِلَى الْمَرْفِقِ ثَلَاثًا ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى ثَلَاثًا ثُمَّ الْيُسْرَى ثَلَاثًا ثُمَّ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ نَحْوَ وَضُوئِي هَذَا ثُمَّ قَالَ مَنْ تَوَضَّأَ وُضُوئِي هَذَا ثُمَّ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ لَا يُحَدِّثُ نَفْسَهُ فِيهِمَا بِشَيْءٍ إِلَّا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Imam Bukhari meriwayatkan dari Humran : “Aku melihat Utsman –radhiyallahu anhu- berwudhu lalu ia menuwangkan air kepada kedua tangannya (tiga kali), kemudian ia berkumur dan menyemprotkannya kemudian membasuh wajahnya (tiga kali), kemudian membasuh tangannya yang kanan sampai ke siku (tiga kali), kemudian membasuh tangannya yang kiri sampai ke siku (tiga kali), kemuidan mengusap kepalanya, kemudian membasuh kakinya yang kanan (tiga kali), kemudian  kakinya yang kiri (tiga kali). Kemudian ia berkata: “Aku melihat Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian beliau bersabda: “Barangsiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian  sholat dua rakaat, yang kedua sholat itu tidak membicarakan dirinya, maka diampuni dosanya yang telah lampau”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: