Manhaj

21 Jan

 Al-Jamaah secara bahasa:
Diambil dari kata Al-Jam’u (yaitu terkumpulnya sesuatu) dengan kedekatan satu dengan yang lainnya. Dikatakan: Aku mengumpulkannya, maka ia berkumpullah. Dan ia berasal dari kata: Al-Ijtima’, lawan dari At-Tafarruq (bercerai berai).
Al-Jama’ah: ialah sejumlah besar dari manusia, dan ia juga bermakna sekelompok dari manusia yang terkumpul untuk satu tujuan.
Al-Jamaah: mereka adalah suatu kaum yang berkumpul diatas sesuatu

Al-jamaah munrut istilah
Mereka adalah kumpulan kaum muslimin, mareka adalah (generasi) yang terdahulu dari ummat ini, baik dari kalangan para sahabat dan para tabiin serta orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan sebaik-baiknya sampai hari kiamat nanti, yaitu orang-orang yang berkumpul diatas kebenaran Al-Kitab dan As-Sunnah, dan mereka berjalan diatas apa-apa yang berada diatasnya Rasulullah –Shollallohu alaihi wasallam- baik secara dzohir maupun batin.
Dan Allah Ta’ala telah memerintahkan kepada para hambanya yang mu’min dan mendorong mereka agar berjamaah, bersatu dan saling tolong menolong (At-Ta’awun). Dan melarang mereka dari bercerai berai dan saling berbeda (dalam menjalankan agama) dan saling bermusuhan.

Allah berfirman: “Berpegang teguhlah kalian semua dengan tali Allah dan jangan kalian bercerai berai”.(Ali Imran:103)

Dan firmanNya: “Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka ..”. (Ali Imran: 103)
Nabi -Shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Dan sesungguhnya millah ini akan berpecah belah atas tujuh puluh tiga golongan, yang tujuh puluh dua di neraka, dan yang satu golongan masuk surga, yaitu Al-Jamaah”. Shohih Hr. Abu Daud
Dan beliau bersabda: “Tetaplah kalian dengan Al-Jamaah, dan jagalah diri kalian dari perpecahan, maka sesungguhnya syaithan itu bersama orang yang sendirian, dan dia dari dua orang (senantiasa) menjauh, dan barangsiapa yang menghendaki (nikmat) bagian tengah surga, maka tetaplah ia komitmen terhadap Al-Jamaah”. Hr.Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani
Berkata seorang sahabat yang agung, Abdullah bin Mas’ud Ra: “Jamaah itu adalah apa-apa yang sesuai dengan kebenaran , meskipun engkau sendirian”. Hr. Al-Laalika’i .
Maka Ahlussunah Waljamaah : “mereka adalah orang-orang yang berpegang teguh terhadap sunnah Nabi –Shollallohu alaihi wasallam- dan para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dan berjalan pada jalan mereka dalam hal akidah, ucapan dan perbuatan, dan orang-orang yang istikomah diatas mengikuti (sunnah) dan menjauhi bid’ah, mereka tetap (teguh), nampak dan (selalu dalam) kemenangan hingga hari kiamat nanti. Maka mengikuti (jejak) mereka adalah petunjuk dan menyelisihi mereka adalah kesasatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: