Alhikmah

28 Des

Dalil-dalil tentang larangan Al-Isbal
قال الإمام أحمد : عن أبي ذر، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “ثَلاثَة لا يُكَلِّمُهُمُ اللهُ وَلا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ” قلت: يا رسول الله، من هم؟ خابوا وخسروا. قال: وأعاده رسول الله صلى الله عليه وسلم ثلاث مرات قال: “المُسْبِل (وفي رواية: المسبل إزاره)، والمُنْفِقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ. وفي رواية: (بالحلف الكذب)

Imam Ahmad berkata: Dari Abi Dzar ia berkata: Rasulullah Shollallohu alihi wasallam bersabda: “ada tiga golongan, Allah tidak akan berbicara dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat, dan tidak membersihkan mereka, dan bagi mereka azab yang pedih”. Aku bertanya: “wahai Rasulullah! Siapa mereka? Alangkah meruginya mereka. (Abu Dzar) berkata: Rasulullah  mengulanginya tiga kali, lalu bersabda: “Orang yang musbil (dalam sebuah riwayat: yaitu orang yang memanjangkan sarungnya), dan orang yang menjual dagangannya dengan sumpah, (dalam riawayat lain: dengan sumpah palsu).

روى الإمام مسلم عَنْ أَبِي ذَرٍّ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمْ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ قَالَ فَقَرَأَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَ مِرَارًا قَالَ أَبُو ذَرٍّ خَابُوا وَخَسِرُوا مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْمُسْبِلُ وَالْمَنَّانُ وَالْمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْكَاذِبِ

Imam Muslim meriwayatkan dari Abi Dzar  dari Nabi Shollallohu alihi wasallam bersabda: “ada tiga golongan, Allah tidak akan berbicara dengan mereka pada hari kiamat,dan tidak akan melihat kepada mereka dan tidak membersihkan mereka, dan bagi mereka azab yang pedih”. (Abu Dzar berkata: maka Rasulullah membacanya tiga kali. Berkata Abu Dzar: “alangkan ruginya mereka, siapa mereka wahai Rasulullah? Beliau berkata: “Orang yang musbil, orang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang menjual dagangannya dengan sumpah palsu.

بَاب
تَحْرِيمِ جَرِّ الثَّوْبِ خُيَلَاءَ وَبَيَانِ حَدِّ مَا يَجُوزُ إِرْخَاؤُهُ إِلَيْهِ وَمَا يُسْتَحَبُّ

Bab diharamkan menarik pakaian dengan kesombongan (bergaya) dan menjelaskan apa-apa yang diperbolehkan memanjangkannya dan apa-apa yang dianjurkannya

روى الإمام مسلم عَنْ ابْنِ عُمَرَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاء

Imam Muslim meriwayatkan dari Ibnu Umar, Bahwasanya Rasulullah Shollallohu alihi wasallam bersabda: “Allah tidak akan memandang kepada orang menarik pakaiannya dengan sombong”.

روى الإمام مسلم عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الَّذِي يَجُرُّ ثِيَابَهُ مِنْ الْخُيَلَاءِ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Imam Muslim meriwayatkan dari Ibnu Umar, Bahwasanya Rasulullah Shollallohu alihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yang menarik pakaiannya dari kesombongan, Allah tidak akan memandang kepadanya pada hari kiamat”.

روى الإمام مسلم عَنْ ابْنِ عُمَرَ:
أَنَّهُ رَأَى رَجُلًا يَجُرُّ إِزَارَهُ فَقَالَ مِمَّنْ أَنْتَ فَانْتَسَبَ لَهُ فَإِذَا رَجُلٌ مِنْ بَنِي لَيْثٍ فَعَرَفَهُ ابْنُ عُمَرَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأُذُنَيَّ هَاتَيْنِ يَقُولُ مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ لَا يُرِيدُ بِذَلِكَ إِلَّا الْمَخِيلَةَ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَة
Imam Muslim meriwayatkan dari Ibnu Umar, “ Bahwasanya ia melihat seseorang menarik sarungnya. Maka beliau bertanya: “dari mana anda?, lalu ia menyebutkan asal usulnya kepadanya (Ibnu Umar), ternyata ia adalah seseorang dari bani Laits, lalu Ibnu Umar memberi tahu kepadanya, lalu berkata: “aku mendengar Rasulullah Shollallohu alihi wasallam dengan kedua telingaku ini bersabda: “ barangsiapa yang menarik sarungnya, ia tidak menghendaki dengan itu kecuali untuk kesombongan, maka sesungguhnya Allah tidak akan memandang kepadanya pada hari kiamat”.
روى الإمام مسلم عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ
مَرَرْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِي إِزَارِي اسْتِرْخَاءٌ فَقَالَ يَا عَبْدَ اللَّهِ ارْفَعْ إِزَارَكَ فَرَفَعْتُهُ ثُمَّ قَالَ زِدْ فَزِدْتُ فَمَا زِلْتُ أَتَحَرَّاهَا بَعْدُ فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ إِلَى أَيْنَ فَقَالَ أَنْصَافِ السَّاقَيْن
ِ

Imam Muslim meriwayatkan dari Ibnu Umar berkata: “aku melewati Rasulullah Shollallohu alihi wasallam dan pada sarungku ada yang turun (nglembreh), maka beliau bersabda: “Wahai Abdullah, angkat sarungmu, maka aku mengangkatnya, kemudian beliau bersabda: “tambah”. Maka akupun menambah. Maka aku terus menerus bermaksud (melakuknnya) setelah itu. Maka sebagian kaum bertanya : “sampai dimana?, maka beliau (Ibnu Umar) berkata: “sampai pertenganhan kedua betis”.

روى الإمام مسلم عَنْ مُحَمَّدٍ وَهُوَ ابْنُ زِيَادٍ قَالَ :سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ
وَرَأَى رَجُلًا يَجُرُّ إِزَارَهُ فَجَعَلَ يَضْرِبُ الْأَرْضَ بِرِجْلِهِ وَهُوَ أَمِيرٌ عَلَى الْبَحْرَيْنِ وَهُوَ يَقُولُ جَاءَ الْأَمِيرُ جَاءَ الْأَمِيرُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى مَنْ يَجُرُّ إِزَارَهُ بَطَرًا

Imam Muslim meriwayatkan dari Muhammad (yaitu Ibnu Ziad) berkata: “Aku mendengar Abu Hurairah melihat seseorang yang menarik sarungnya, maka menjadilah ia memukul (sentuh) tanah dengan kakinya, sedang Ia (Abu Hurairah) sebagai amir atas Bahrain. Ia (seseorang) berkata: “Amir telah datang, amir telah datang, (Abu Huraiarh) berkata: “Rasulullah Shollallohu alihi wasallam bersabda: “sesungguhnya Allah tidak akan memandang kepada orang yang menarik sarungnya dengan kesombongan

بَاب تَحْرِيمِ التَّبَخْتُرِ فِي الْمَشْيِ مَعَ إِعْجَابِهِ بِثِيَابِهِ
Bab

diharamkan bergaya sombong dalam berjalan yang disertai dengan

membanggakan pakaiannya

روى الإمام مسلم عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي قَدْ أَعْجَبَتْهُ جُمَّتُهُ وَبُرْدَاهُ إِذْ خُسِفَ بِهِ الْأَرْضُ فَهُوَ يَتَجَلْجَلُ فِي الْأَرْضِ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ
Imam Muslim meriwayatkan dari Abi Hurairah dari Nabi Shollallohu alihi wasallam ia bersabda: “Ketika seseorang berjalan, telah menjadikan ia bangga rambut (panjang) yang berjuntai sampai kebahunya dan selendangnya, tiba-tiba ia ditelan bumi sedang ia tenggelam kedalam bumi hingga teganya hari kiamat.

روى الإمام مسلم عَنْ أَبِي هُرَيْرَة َ

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَمَا رَجُلٌ يَتَبَخْتَرُ يَمْشِي فِي بُرْدَيْهِ قَدْ أَعْجَبَتْهُ نَفْسُهُ فَخَسَفَ اللَّهُ بِهِ الْأَرْضَ فَهُوَ يَتَجَلْجَلُ فِيهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Imam Muslim meriwayatkan dari Abi Hurairah: “Bahwasanya Rasulullah Shollallohu alihi wasallam bersabda: “Ketika seseorang berlagak sombong ia berjalan pada kedua selendangnya, telah menjadikan bangga dirinya, maka Allah menenggelamkannya ke bumi, lalu ia tenggelam kedalamnya sampai hari kiamat”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: