Akidah

19 Des

At-Tauhid berasal dari kata wahhada- yuwahhidu- tauhiidan, yang berarti menyatukan atau menunggalkan.  Secara istilah, Tauhid berarti: “hendaknya seorang hamba meyakini dan mengakui bahwasanya Allah adalah Tuhan segala sesuatu dan Yang menguasainya, dan meyakini bahwasanya Dialah pencipta satu-satunya, Yang Maha Esa dalam penguasaan terhadap alam semesta, dan bahwasanya Ia adalah Dzat Yang Maha Suci yang paling berhak secara tunggal untuk disembah, tidak ada sekutu bagiNya, dan bahwasanya segala sesuatu yang disembah selainNya adalah batil, dan bahwasanya Ia (Dzat Yang Maha Suci) adalah memiliki sifat-sifat yang sempurna, Ia Maha suci dari segala aib dan sifat kekurangan, bagiNya segala nama-nama yang baik dan sifat-sifat yang utama. 

Ketiga: Tauhidul Asma’ was-Sifaat

Yaitu beriman terhadap segala nama-nama Allah dan sifat-sifatNya sebagaimana yang datang dari Al-Qur’an yang agung dan yang datang dari Sunnah Rasulullah -Shollallohu Alaihi wasallam- diatas apa-apa yang pantas bagiNya dengan tanpa menta’wil, tanpa  ta’til, tanpa tahrif, tanpa takyif dan tanpa tamtsil.

_______

Ta’wil: (mengartikannya kepada makna lain dari makna aslinya).

Ta’til: (tidak menetapkan sifat-sifat atau hanya menetapkan sebagian saja dan menafikan   yang lainnya).

Tahrif :(merubah nas baik secara lafal atau makna, dan memalingkannya dari maknanya yang secara dhohir kepada makna lain).

Takyif: (menerangkan beberapa keadaan yang terjadi yang terjadi atasnya sifat itu).

Tamtsil: (menetapkan permisalan terhadap sesuatu dengan menyerupakannya dari segala sisi).

_______

Ahlus Sunnah Wal-Jamaah mengehal Tuhannya adalah dengan sifat-sifatNya yang datang di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, mereka mensifati Tuhannya  dengan apa-apa yang Tuhan telah mensifati dirinya dengannya, dan dengan apasaja yang telah mensifatiNya Rasul –Shollallohu alaihi Wasallam- dengannya, mereka tidak merobah kalimat-kalimat dari tempat aslinya dan tidak mengingkari nama-nama dan ayat-ayatNya, mereka menetapkan apasaja yang Allah tetapkan untuk dirinya dengan tanpa Tamtsil, tanpa Takyif, tanpa Ta’til dan tanpa Tahrif. Kaidah mereka dalam menetapkan semua itu adalah firman Allah Ta’ala: “…Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. As-Syura: 11Dan firmanNya: Hanya milik Allah asmaulhusna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaaulhusna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.Al-Araf: 180

Ahlussunnah waljamaah tidak membatasi keadaan sifat-sifat Allah Ta’ala, karena Ia- Maha Suci dan Maha Luhur- tidak memberitakan tentang keadaannya, dan karena sesungguhnya tidak ada yang lebih tahu dari Allah tentang diriNya. Allah berfirman: “…Katakan: “Apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah…”. Al-Baqarah: 140

Dan firmanNya: “Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”.An-Nahl:74

Dan tidak ada seseorangpun yang lebih tahu tentang Allah Ta’ala setelah Nya dari Rasulullah-shollallohu alaihi wasallam- beliau adalah satu-satunya manusia yang diberitakan oleh Allah: “dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)”. An-Najm:3-4

Ahlussunnah beriman bahwasanya Allah-Yang Maha Suci- Dialah Dzat yang pertama, tidak ada sebelumNya sesuatu apapun, dan Dialah Yang terakhir, tidak ada sesudahnya sesuatu apapun. Dialah yang Dzohir, tidak sesuatu apapun diatasNya. Dan yang bathin, tidak ada sesuatu apapun dibawahnNya. Sebagaimana dalam firmanNya: “Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Lahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”. Al-Hadid:3

HAKIKAT TAUHID
Yaitu hendaknya manusia melihat (memandang) bahwasanya segala sesuatu adalah dari Allah Ta’ala, dengan pemandangan yang memutuskan dari menoleh terhadap selainNya, dari sebab apapun atau sarana apapun. Maka ia tidak melihat suatu kebaikan atau kejelekan, manfaat atau celaka, melainkan dari Allah Ta’ala. Dan hendaknya hanya kepadaNya mereka menyembah, dan tidak menyembah selainNya, bersamaNya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: