Al-Iman

Kitab Iman
1. Iman, Islam, ihsan dan kewajiban beriman kepada takdir
• Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Pada suatu hari, Rasulullah saw. muncul di antara kaum muslimin. Lalu datang seorang laki-laki dan bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Iman itu? Rasulullah saw. menjawab: Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, rasul-rasul-Nya dan kepada hari berbangkit. Orang itu bertanya [...]

DEEFINISI IBADAH

Definisi Ibadah

Sebagian kaum Muslimin masih ada yang beranggapan bahwa ibadah hanya merupakan salah satu bagian dari sisi kehidupan. Mereka mengira bahwa ibadah tidak ada kaitannya dengan masalah ekonomi, sosial, politik dan sebagainya, tetapi hanya suatu jenis aktivitas tertentu yang bersifat ritual belaka. Kesalahan dalam pemahaman ini akan mengakibatkan hilangnya nilai-nilai Islam dalam banyak [...]

TUNTUNAN THOHAROH

TUNTUNAN THAHARAH  (BER WUDHU )
Wudhu adalah thaharah yang wajib dari hadats kecil, seperti buang air kecil, buang air besar, keluar angin (kentut), tidur nyenyak dan makan daging onta.
Tata Cara Berwudhu

Niat wudhu di dalam hati, tanpa diucapkan, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah melisankan niat dalam berwudhu, shalat dan ibadah apapun. Allah mengetahui [...]

Manisnya Iman (II) رَوَى الإِمَامُ مُسْلِمُ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ ذَاقَ طَعْمَ الْإِيمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا Imam Muslim meriwayatkan dari Ibnu Abbas; Bahwasanya ia mendengar Rasulullah –Shollallohu alihi wasallam- bersabda: “Akan merasakan enaknya iman barangsiapa ridho: - Allah sebagai Tuhannya - dan Islam sebagai agamanya - Muhammad –Shollallohu alihi wasallam- rasulnya”. Imam Nawawi dalam syarah Muslim berkata: Shohibut Tahrir –rahimahullah- berkata: “Arti (aku rela terhadap sesuatu), yaitu: aku menerima dengannya dan aku merasa cukup dengannya dan aku tidak mencari bersamanya selainnya. Kandungan ma’na Al-Hadits - Tidak mencari Tuhan selain Allah Ta’ala - Tidak berjalan pada selain jalan Islam - Dan tidak mengikuti suatu jalan, kecuali apa-apa yang sesuai dengan syari’at Muhammad (Shollallohu alihi wasallam). Sungguh tidak diragukan lagi bahwasanya barangsiapa yang bersifat dengan ketiga perkara diatas, maka sampailah HALAAWATUL IMAN (manisnya iman) kedalam hatinya, dan akan merasakan enaknya. Al-Qodhi Iyadh –rahimahullah- berkata: arti hadits ini adalah: - Menjadi benar imannya - Menjadi tenang jiwanya dengannya - Dan terpenuhi batinnya. Semuanya dikarenakan ridhonya terhadap perkara diatas menunjukkan teguhnya pengetahuannya dan berlangsungnya pengetahuannya, dan bercampurnya keceriaannya dengan hatinya. Karena barangsiapa yang rela terhadap sesuatu maka ia akan menjadi mudah baginya. Maka begitulah keadaan seorang mu’min, manakala telah masuk kaedalam hatinya iman, maka menjadi mudahlah atasnya menjalankan ketaatan kepada Allah Ta’ala dan akan terasa lezat baginya. Wallaahu A’lam. رَوى النَّسَائِي عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ وَطَعْمَهُ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ فِي اللَّهِ وَأَنْ يَبْغُضَ فِي اللَّهِ وَأَنْ تُوقَدَ نَارٌ عَظِيمَةٌ فَيَقَعَ فِيهَا أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ أَنْ يُشْرِكَ بِاللَّهِ شَيْئًا An-Nasa’I meriwayatkan dari Anas bin Malik berkata: Rasulullah –Shollallohu alihi wasallam- : “Ada tiga hal, yang jika tiga hal itu ada pada seseorang, maka dia akan merasakan manisnya iman dan rasanya iman: - Hendaknya Allah dan RasulNya lebih ia cintai daripada selain keduanya - Da hendaknya ia mencintai karena Allah dan bencipun karena Allah - Dan (sekiranya ) dinyalakan api yang besar, lalu ia jatuh kedalamnya, adalah lebih disukai olehnya daripada mempersekutukan Allah dengan sesuatu”. Halaawtul iman Artinya adalah kalapangan dada dengannya, dan enaknya hati baginya yang menyerupai lezatnya suatu makanan yang sampai kedalam mulut. THO’MUL IMAN THO’MUL IMAN Artinya rasanya iman maksudnya adalah kejinaan hati terhadapnya, ada yang berpendapat: bahwa AL-HALAWAH (kemanisan) adalah AL-husnu (kebaikan). Secara umum, maka iman itu mempunyai kelezatan didalam hati yang menyeruapai kemanisan yang bersifat nyata, bahkan terkadang kemanisan itu bisa menjadi sangat kuat atasnya sehingga bisa menetralisir kepahitan yang sangat. Yang seperti ini hanya akan bisa diketahui oleh orang-orang yang dilapangkan dadanya oleh Allah –Subhanahu Wata’ala- terhadap Islam. “ALLAAHUMMAR ZUQNAA MA’AD DAWAAMI ‘ALAIHAA” (Ya, Allah berilah kami rizki dengan terus menerus berada diatasnya) AT-TAYMII berkata: “HALAAWATUL IMAN adalah HASAATUN (kebaikan). Kalau dikatakan: sesuatu itu menjadi manis di dalam mulut” apabila ia menjadi manis. Dan sesutau itu baik dalam pandangan mata atau di hati, maka dikatakan: “ia menjadi manis dalam pandangan mataku” ya’ni kebaikannya. Dan berkata selainnya: “Pada kemanisan iman itu adalah sebuah imajinasi penyerupaan terhadap kecintaan seorang mu’min terhadap keimanan dengan sesuatu yang rasanya manis. Dan komitmennya terhadap sesuatu itu sendiri yang membenarkan hal itu. Dan hal ini bisa dilihat dari isyarat pada kisah-kisah antara orang sakit dengan orang yang sehat. Orang yang sedang sakit parah, dia mendapati rasanya madu itu pahit sekali, padahal bagi orang yang sedang sehat, madu adalah minuman yang paling manis dimuka bumi ini. Begitulah kisah akan kemahalan sehat bagi kehidupan, maka setiap terkurangi kesehatan sedikit saja, maka terkurangilah rasa madu yang manis itu sedikit demi sedikit seukuran rasa sakit yang menimpanya. Ini adalah sebuah isyarat, bahwa dalam kehidupan manusia ada tingkatan-tingkatan derajat disisi Allah –Subhanahu Wata’ala-, bahwa semakin tinggi tingkatan keimanan seseorang dan ketakwaannya, semakin tinggi pula kedudukannya (derajatnya), demikian pula tatkala keimanan seseorang menjadi merosot, maka derajatnyapun menjadi menurun, sehingga apabila dalam hal ini terus menerus terjadi dengan disadari atau tidak disadari, maka sampailah seseorang pada derajat yang terendah atau bahkan bisa menyebabkan hangusnya keimanannya. Wal iyaadzu billah.

MANISNYA IMAN

Manisnya ImAan
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ?anhu, dia berkata, ” Rasulullah shallallahu ?alaihi wasallam bersabda, artinya:
“Ada tiga hal, yang jika tiga hal itu ada pada seseorang, maka dia akan merasakan manisnya iman. (Yaitu); Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya; Mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah; Benci untuk kembali kepada [...]

Al-Manhaj

 
 
SAHABAT DAN TABIIN BERHUJJAH (BERARGUMENTASI) DENGAN FAHAM SALAF DAN MANHAJ MEREKA
Kamis 20 November 2008
Oleh
Syaikh Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al-Hilaaly
[1]. Abdullah bin Mas’ud
Dari Amru bin Salamah beliau berkata : Kami duduk-duduk di depan rumah Abdullah bin Mas’ud sebelum Dzuhur lalu jika beliau keluar kami akan berjalan bersamanya ke masjid, lalu datanglah Abu Musa Al-Atsary dan [...]

Keutamaan Islam

Tazkiyatun Nufus

74 Wasiyat Untuk Para Pemuda
Kategori : Tazkiyatun Nufus

Alhikmah

Dalil-dalil tentang larangan Al-Isbal

renungan

Anda mencari Allah?
Dialah Tuhan anda yang sebenarnya…